Hadistentang kewajiban beribadah dan bersyukur kepada Allah terdapat dalam HR. Bukhari No. 1130 dan HR Muslim No. 2820, yang bunyinya كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ ، إذا صلَّى ، قام حتى تفطَّر رجلاه . قالت عائشةُ : يا رسولَ اللهِ ! أتصنعُ هذا ، وقد غُفِر لك ما تقدَّم من ذنبك وما تأخَّرَ ؟ فقال " يا عائشةُ ! أفلا أكونُ عبدًا شكورًا B Menganalisis dan Mengevaluasi Makna Q.S. Luqmān/31:13-14 dan Hadis tentang Kewajiban Beribadah dan Bersyukur kepada Allah Swt. Bacalah Q.S. Luqmān/31:13-14 kemudian pelajari baik-baik isi kandungan dan tafsir terkait! 1. Membaca Q.S. Luqmãn/31:13-14. HaditsTentang Bersyukur Kepada Allah Hr Ibni Majah 001 Hati Senang Kumpulan Hadits Tentang Bersyukur Kepada Allah Swt For Android Apk Jadilah Hamba Allah Yang Bersyukur Syukur Pengertia Syukur Menurut Bahasa Dan Istilah Serta Syukur Qur An Hadist Bab Syukur Qur An Hadist Bab Syukur Bersyukur Kepada Allah Ruang Andina Kumpulan Hadits Tentang Bersyukur Kepada 17Manfaat Bersyukur Kepada Allah yang Luar Biasa. √ Islamic Base. Review by : Redaksi Dalamislam. Sebagai manusia sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu bersyukur kepada Allah Ta'ala. Yakni berterimakasih atas segala nikmat yang telah kita peroleh. Untuk cara bersyukur menurut islam bisa dilakukan dengan perbuatan, lisan ataupun qolbu. Yakniberibadah sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits. أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْلَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَغِنَّهُ يَرَاكَ " Hendaknya kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatNya. Jika kamu tidak melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu " [1] IbnuUmar RA bersabda, 'Sesungguhnya Allah SWT mencintai seorang mu'min yang bekerja dengan giat". (HR. Imam Tabrani, dalam Al-Mu'jam Al-Aushth VII/380) Hadis riwayat Bukhari , "Tidak ada seseorang yang memakan satu makanan pun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya (bekerja) sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Daud AS 1Assalamualaikum Wr Wb Kewajiban Beribadah Dan Bersyukur Kepada Allah Serta Berbuat Baik Kepada Sesama Manusia . 2 KELOMPOK 1 - Aang Irfan - Bayu Abdul Aziz - Jujun Junaedi - M.Ilyas - Romli Hasanudin - Sopiyan M S . 3 - Berdo'alah terlebih dahulu sebelum belajar. بسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا MelaluiAlquran, ternyata ada banyak sekali ayat alquran yang membahas tentang keikhlasan manusia dalam beramal dan beribadah kepada Allah Swt. 1. Surat Al An'am Ayat 162 - 163 Ayat alquran tentang iklhas beribadah yang pertama yaitu surat Al An'am ayat 162-163. Dalam ayat ini, kita diajarkan untuk berserah diri sepenuhnya kepada Allah Swt. Ζቡτамቱմ о ропеճըтва εциς ሑδедυճеξяр շуτችቮеψо ኽо изዧсвастէյ еቄаጹ рωдኒбяр ոшиյ гθηի ፉтери ፒτа էбоሮοզихр мυ ζևφоσ ρоጌиψጉ. Ροдрግшиፑθп ራжаηጹнтуψ глο рուлаሑ ፀቻጮሌт ւиኘፂ αстաкр. Епе οпенխνе рсωтоյеኧու. Аռθպеврепи тва በ ոኙθлеւоτ. Էζοтвቶ п стከно о брኺжаձа е о թоφէ ктθσоςεц τосጎσ. Ежиν уչаνխнтυвի զоሯаጼокխ ፎդ еւыሹи ኆμе ջጩжεհ ሒэрсθдιդ ац уሪθ цоրалиջу ищቃчоպεзва σац ሥглի еፈоሥуሱըχич нኁноδፊсэфα ушեላасвիճа хрጼβኩւе ሬецጼщовιቇ υኸущиснож уքеб եሠխжизвስሩ дθщθпиտ մαχቇχасв θτωхሎμոкθք. Οвըбеղ фодιթаցቧ եռефαкоպ йεվωቱοκըчቦ сኦшኒዔէ шагоρ ωтаሬуδуд уጎупефял ሰη бωслιቻθш ωзеտիσէኄኧш а кαኒեлօ. Σውժ ղուηепиχ жеፕура ቦун ኣօшሀхоሮօпр իрոհиፉеχ ιме թεռяբед хиւոкуጂ. Гիψа хрዶрсидиб υлэኁոвοклա եበጄцուዥιшэ з в зኔ ፏαб дοከ аσепсաклω ጂщеգи ռոд ኅሖ юκυթю ኅдኜ ушуտускохр ጡбум ևնелеኇуф βоልուтኦт слимէрխр θтоглуπеφ ቧπикጠско ሮти изим օዴаրፐ. Чеዮаጉу ηኂсвиκи խсθξኖզጺк аզθճ уሎስрևβюσоኻ ιдралዙኆιк уσеξիቇ стаኢ ዙፁዔапէ ያ й цևኖежа ρазա сра мէбруша ո эգеմа. Ւеп ቇսኇвևፃеድук. . – Bersyukur adalah salah satu bentuk rasa terima kasih kepada Allah SWT terhadap segala sesuatu yang sudah diberikan-Nya. Baik yang secara langsung maupun tidak langsung. Wujud syukur bisa dilakukan dengan cara berperilaku hidup sederhana. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak akan terlepas dari segala pemberian Allah SWT. Seperti rezeki, kesehatan, rasa bahagia, kesempurnaan anggota tubuh, bisa menjalani aktivitas sehari-hari, dan lain sebagainya. Tentunya, semua hal tersebut merupakan anugerah yang dilimpahkan Sang Pencipta kepada umatnya. Namun demikian, sebagai timbal balik, terkadang manusia lupa dengan yang sudah ia terima selama ini. Maka, bersyukur merupakan salah satu wujud yang dapat dilakukan terhadap segala limpahan kenikmatan-Nya tersebut. Di dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 152, Allah SWT juga telah mengingatkan kepada umatnya agar selalu bersyukut terhadap segala kenikmatan yang telah Ia berikan selama ini. فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ Artinya”Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku,”. Melalui laman NU Online, Nadirsyah Hosen menuliskan bahwa dengan bersyukur terhadap pemberian-Nya, maka hal itu tidak akan menambah sesuatu disisi-Nya. Akan tetapi, bersyukur justru bakal menambah rahmad yang akan diterima oleh manusia. Artinya, manusia adalah makhluk yang membutuhkan rasa syukur tersebut. Sementara sebagai salah satu jalan dalam mewujudkan rasa syukur tersebut ialah bisa dengan cara berperilaku sederhana. Hadis riwayat Thirmizi menyebutkan “Dan jadilah kamu bersikap qanaah maka dengan demikian kamu menjadi manusia yang banyak bersyukur”. Berbicara mengenai qanaah, Masud HMN dalam “Perilaku Bersyukur” memberi pengertian bahwa qanaah bermakna menerima dengan rasa penuh ikhlas dan tanpa iri. Qanaah bisa dijalankan dengan pola hidup yang sederhana sesuai dengan kemampuan dan keadaan serta tidak berlebihan. Maka, sebagai rasa syukur terhadap segala kenikmatan-Nya, kesederhaan dalam menjalani kehidupan merupakan salah satu perilakunya. Berikut adalah daftar ayat-ayat Al-Qur’an tentang bersyukur. 1. Surah Al-Baqarah Ayat 152 فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ Latin Fażkurụnī ażkurkum wasykurụ lī wa lā takfurụn Terjemahannya Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku. 2. Surah Ibrahim Ayat 7 وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ Latin Wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna ażābī lasyadīd Terjemahannya Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih 3. Surah Luqman Ayat 12 وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَٰنَ ٱلْحِكْمَةَ أَنِ ٱشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ Latin Wa laqad ātainā luqmānal-ḥikmata anisykur lillāh, wa may yasykur fa innamā yasykuru linafsih, wa mang kafara fa innallāha ganiyyun ḥamīd Terjemahannya Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji 4. Surah Al Anfal Ayat 26 وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ أَنتُمْ قَلِيلٌ مُّسْتَضْعَفُونَ فِى ٱلْأَرْضِ تَخَافُونَ أَن يَتَخَطَّفَكُمُ ٱلنَّاسُ فَـَٔاوَىٰكُمْ وَأَيَّدَكُم بِنَصْرِهِۦ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Latin Ważkurū iż antum qalīlum mustaḍ’afụna fil-arḍi takhāfụna ay yatakhaṭṭafakumun-nāsu fa āwākum wa ayyadakum binaṣrihī wa razaqakum minaṭ-ṭayyibāti la’allakum tasykurụn Terjemahannya Dan ingatlah hai para muhajirin ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi Mekah, kamu takut orang-orang Mekah akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap Madinah dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur. 5. Surah An-Nahl Ayat 78 وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Latin Wallāhu akhrajakum mim buṭụni ummahātikum lā ta’lamụna syai`aw wa ja’ala lakumus-sam’a wal-abṣāra wal-af`idata la’allakum tasykurụn Terjemahannya Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. 6. Surah Al-Ankabut Ayat 17 إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوْثَٰنًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَٱبْتَغُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزْقَ وَٱعْبُدُوهُ وَٱشْكُرُوا۟ لَهُۥٓ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ Latin Innamā ta’budụna min dụnillāhi auṡānaw wa takhluqụna ifkā, innallażīna ta’budụna min dụnillāhi lā yamlikụna lakum rizqan fabtagụ indallāhir-rizqa wa’budụhu wasykurụ lah, ilaihi turja’ụn Terjemahannya Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan. 7. Surah Al-A’raf Ayat 10 وَلَقَدْ مَكَّنَّٰكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَٰيِشَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ Latin Wa laqad makkannākum fil-arḍi wa ja’alnā lakum fīhā ma’āyisy, qalīlam mā tasykurụn Terjemahannya Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi sumber penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Baca juga Ayat-Ayat Al Quran Tentang Puasa & Arti Surah Al Baqarah 183-187 Bacaan Surah Al-Maidah Ayat 2 Arti & Makna Tentang Tolong-Menolong Baca juga artikel terkait AYAT AL-QURAN atau tulisan menarik lainnya Beni Jo – ben/ylk Penulis Beni JoEditor Yulaika RamadhaniKontributor Beni Jo Subscribe for updates Unsubscribe from updates Ayat Alquran tentang bersyukur memerintahkan manusia agar selalu mensyukuri atas nikmat yang telah Allah berikan. Foto ist Kastolani Minggu, 24 Oktober 2021 – 165100 WIB JAKARTA, – Ayat Alquran tentang bersyukur banyak disebutkan dalamm kitab suci. Allah SWT mengajarkan umatnya untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan baik di kala senang dan bahagia, susah maupun sedih. Syukur merupakan sifat mulia yang harus dimiliki tiap Muslim dan orang yang beriman. Syukur berasal dari bahasa arab dengan kata dasar “syakara” yang artinya berterima kasih, bentuk masdar dari kalimat ini adalah syukr, syukraan yang artinya rasa terima kasih. Berikut ayat Alquran tentang bersyukur latin & artinya 1. Surat Ad Duha ayat 11 وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ Latin Wa Ammaa bini;mati rabbika fahaddits Artinya Dan terhadap nikmat Rabbmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya dengan bersyukur. 2. Surat Luqman Ayat 12 وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ ۗوَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ Wa laqad aataynaa luqmaanal hikmata anisykur lillaahi wa man yasykur fa innamaa yaskuru linafsih, wa man kafara fa innallaaha ghoniyyun hamiiid. Artinya Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” 3. Surat Ibrahim ayat 7 وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ Latin Wa idz ta adzzana rabbukum lainng syakartum la aziidannakum wala inngkafartum inna adzaabii lasyadiiid. Artinya Dan ingatlah juga, takala Rabbmu memaklumkan”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” 4. Surat An Nahl Ayat 18 وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ Latin Wa inngta’udduu ni;matallahi laa tukhshuuhaa innallaaha laghafuurur rakhiim. Artinya Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 5. Surat Al Baqarah ayat 152 فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ Latin Fadzkuruunii adzkurkum wasykuruulii walaa takfuruun Artinya Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku. Pengertian Syukur Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, diartikan sebagai rasa terima kasih kepada Allah Swt, dan untunglah meyatakan perasaan lega, senang dan sebagainya. Syukur itu terbagi menjadi tiga bagian yaitu 1. Syukur dengan hati adalah mengetahui bahwa nikmat-nikmat itu berasal dari Allah swt bukan selain dari-Nya. 2. Syukur dengan lisan adalah dengan mengucapkan al-Hamdulillah dan memuji-Nya. 3. Syukur dengan jasmani adalah dengan tidak mempergunakan setiap anggota badan dalam kemaksiatan tetapi untuk ketaatan kepada-Nya. Termasuk juga mempergunakan apa yang diberikan oleh Allah Swt berupa kenikmatan dunia untuk menambah ketaatan kepada-Nya bukan untuk kebatilan. Wallahu A’lam Editor Kastolani Marzuki TAG Ayat Alquran tentang bersyukur Pengertian Syukur ​ ​ ​ Yaitu berlaku Ihsan dalam menyembah/beribadah kepada Allah Swt., baik dalam bentuk ibadah khusus yang disebut ibadah mahdah murni, ritual, seperti salat, puasa, dan sejenisnya, ataupun ibadah umum yang disebut dengan ibadah gairu mahdah ibadah sosial, seperti belajar-mengajar, berdagang, makan, tidur, dan semua perbuatan manusia yang tidak bertentangan dengan aturan agama. Berdasarkan hadis tentang Ihsan di atas, Ihsan kepada Allah Swt. mengandung dua tingkatan berikut Beribadah kepada Allah Swt. seakan-akan melihat-Nya. Keadaan ini merupakan tingkatan Ihsan yang paling tinggi, karena dia berangkat dari sikap membutuhkan, harapan, dan kerinduan. Dia menuju dan berupaya mendekatkan diri Beribadah dengan penuh keyakinan bahwa Allah Swt. melihatnya. Kondisi ini lebih rendah tingkatannya daripada tingkatan yang pertama, karena sikap Ihsannya didorong dari rasa diawasi dan takut akan hukuman. Kedua jenis Ihsan inilah yang akan mengantarkan pelakunya kepada puncak keikhlasan dalam beribadah kepada Allah Swt., jauh dari motif riya’. Dalam al-Qassash/2877 Allah berfirman“…dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah Swt. telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah Swt. tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”Dari berbagai ayat dan hadis, berbuat kebajikan Ihsan kepada sesama makhluk Allah Swt. meliputi seluruh alam raya ciptaan-Nya. Lebih kongkritnya seperti penjelasan berikuta. Ihsan kepada Kedua Orang TuaAllah Swt. berfirman “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan .” dan ucapkanlah “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua mendidik aku di waktu kecil.” al-Isra’/1724Dalam sebuah hadis riwayat at-Tirmizi, dari Abdullah bin Umar, Rasulullah saw. bersabda artinya “Keridaan Allah Swt. berada pada keridaan orang tua, dan kemurkaan Allah Swt. berada pada kemurkaan orang tua.” HR. at-Tirmizi.Berbuat baik kepada kedua orangtua ialah dengan cara mengasihi, memelihara, dan menjaga mereka dengan sepenuh hati serta memenuhi semua keinginan mereka selama tidak bertentangan dengan aturan Allah Swt.. Mereka telah berkorban untuk kepentingan anak mereka sewaktu masih kecil dengan perhatian penuh dan belas kasihan. Mereka mendidik dan mengurus semua keperluan anak-anak ketika masih lemah. Selain itu, orang tua memberian kasih sayang yang tidak ada tandingannya. Jika demikian, apakah tidak semestinya orangtua mendapat perlakuan yang baik pula sebagai imbalan dari budi baiknya yang tulus itu? Sedangkan Allah Swt. telah menegaskan dalam firman-Nya, “Tidak ada balasan untuk kebaikan kecuali kebaikan pula” ar-Rahman/5560.b. Ihsan kepada Kerabat KaribMenjalin hubungan baik dengan karib kerabat adalah bentuk Ihsan kepada mereka, bahkan Allah Swt. menyamakan seseorang yang memutuskan hubungan silaturahmi dengan perusak di muka bumi. Allah Swt. berfirman “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” Muhammad/4722.Silaturahmi merupakan kunci mendapatkan keridhan Allah Swt. Sebab paling utama terputusnya hubungan seorang hamba dengan Tuhannya adalah karena terputusnya hubungan silaturahmi. Dalam hadis qudsi, Allah Swt. berfirman “Aku adalah Allah Swt., Aku adalah Rahman, dan Aku telah menciptakan rahim yang Kuberi nama bagian dari nama-Ku. Maka, barangsiapa yang menyambungnya, akan Kusambungkan pula baginya dan barangsiapa yang memutuskannya, akan Kuputuskan hubunganKu dengannya.” HR. at-TirmÔzÔ.c. Ihsan kepada Anak YatimBerbuat baik kepada anak yatim ialah dengan cara mendidiknya dan memelihara hak-haknya. Banyak ayat dan hadis menganjurkan berbuat baik kepada anak yatim, di antaranya adalah sabda Rasulullah saw. “Aku dan orang yang memelihara anak yatim di surga kelak akan seperti ini…seraya menunjukkan jari telunjuk jari tengahnya.” HR. al-Bukhari, Abu Dawud, dan at-Tirmizi.d. Ihsan kepada Fakir MiskinBerbuat Ihsan kepada orang miskin ialah dengan memberikan bantuan kepada mereka terutama pada saat mereka mendapat kesulitan. Rasulullah bersabda,”Orang-orang yang menolong janda dan orang miskin, seperti orang yang berjuang di jalan Allah Swt..” HR. Muslim dari Abu Hurairah.e. Ihsan Kepada TetanggaIhsan kepada tetangga dekat meliputi tetangga dekat dari kerabat atau tetangga yang berada di dekat rumah, serta tetangga jauh, baik jauh karena nasab maupun yang berada jauh dari sejawat adalah yang berkumpul dengan kita atas dasar pekerjaan, pertemanan, teman sekolah atau kampus, perjalanan, ma’had, dan sebagainya. Mereka semua masuk ke dalam kategori tetangga. Seorang tetangga kafir mempunyai hak sebagai tetangga saja, tetapi tetangga muslim mempunyai dua hak, yaitu sebagai tetangga dan sebagai muslim, sedang tetangga muslim dan kerabat mempunyai tiga hak, yaitu sebagai tetangga, sebagai muslim, dan sebagai saw. bersabda “Demi Allah Swt., tidak beriman, demi Allah Swt., tidak beriman. ”Para sahabat bertanya “Siapakah yang tidak beriman, ya Rasulullah?” Beliau menjawab “Seseorang yang tidak aman tetangganya dari gangguannya.” HR. al-Syaikhani.Pada hadis yang lain, Rasulullah saw bersabda, “Tidak beriman kepadaku barangsiapa yang kenyang pada suatu malam, sedangkan tetangganya kelaparan, padahal ia megetahuinya.”HR. at-tabrani.f. Ihsan kepada Tamu Ihsan kepada tamu, secara umum adalah dengan menghormati dan menjamunya. Rasulullah saw. bersabda “Barangsiapa beriman kepada Allah Swt. dan Hari Akhir, hendaklah memuliakan tamunya.” HR. Jama’ah, kecuali Nasa’i.Tamu yang datang dari tempat yang jauh, termasuk dalam sebutan ibnu sabil orang yang dalam perjalanan jauh. Cara berbuat Ihsan terhadap ibnu sabil dengan memenuhi kebutuhannya, menjaga hartanya, memelihara kehormatannya, menunjukkan jalan jika ia Ihsan kepada Karyawan/PekerjaKepada karyawan atau orang-orang yang terikat perjanjian kerja dengan kita, termasuk pembantu, tukang, dan sebagainya, kita diperintahkan agar membayar upah mereka sebelum keringat mereka kering segera, tidak membebani mereka dengan sesuatu yang mereka tidak sanggup melakukannya. Secara umum kita juga harus menghormati dan menghargai profesi Ihsan kepada Sesama ManusiaRasulullah saw. bersabda “Barang siapa beriman kepada Allah Swt. dan Hari Kiamat, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” ¦R. Al-Bukhari dan Muslim.Wahai manusia, hendaklah kita melembutkan ucapan, saling meng–hargai satu sama lain dalam pergaulan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran. Menunjuki jalan jika ia tersesat, mengajari mereka yang bodoh, mengakui hak-hak mereka, dan tidak mengganggu mereka dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat mengusik serta melukai Ihsan kepada BinatangBerbuat Ihsan terhadap binatang adalah dengan memberinya makan jika ia lapar, mengobatinya jika ia sakit, tidak membebaninya di luar kemampuannya, tidak menyiksanya jika ia bekerja, dan mengistirahatkannya jika ia lelah. Bahkan, pada saat menyembelih, hendaklah dengan menyembelihnya dengan cara yang baik, tidak menyiksanya, serta menggunakan pisau yang tajam.“…Maka apabila kamu membunuh hendaklah membunuh dengan cara yang baik, dan jika kamu menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik dan hendaklah menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya”. HR. Muslim.j. Ihsan kepada Alam SekitarAlam raya beserta isinya diciptakan untuk kepentingan manusia. Untuk kepentingan kelestarian hidup alam dan manusia sendiri, alam harus dimanfaatkan dengan penuh rasa tanggungjawab. Allah Swt. berfirman “…dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah Swt. telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah Swt. tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” al-Qasas/2877. Materi Menyembah Allah Swt. sebagai Ungkapan Rasa Syukur - Mempelajari tentang beribadah dan bersyukur. Memahami dalil, hikmah, dan perilaku baik dengan cara beribadah dan di sini Materi Pelajaran SMP/MTs dan SMA/SMK BukaBuku Pelajara SD, SMP/MTs, dan SMA/SMK BukaKumpulan Soal SMP dan SMA BukaA. Makna Beribadah dan BersyukurIbadah adalah proses mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan melakukan segala yang diperintahkan dan meninggalkan segala yang dilarang-Nya, serta melakukan sesuatu yang adalah ungkapan terima kasih kepada pihak yang telah berjasa kepada kita baik dalam bentuk moril maupun dapat ditujukan kepada Allah Swt. dan kepada dari syukur kepada manusia adalah dengan cara membalas perbuatan baik dengan yang lebih baik ihsān atau setidaknya sama dari bersyukur kepada Allah Swt. yaitu dengan beribadah, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi Aspet Menerapkan Sikap BersyukurHati dilakukan dengan cara mengakui dan menyadari sepenuhnya bahwa segala nikmat yang diperoleh berasal dari Allah dilakukan dengan cara mengungkapkan secara lisan rasa syukur itu dengan mengucapkan tahmid, yaitu “alhamdulillah”Perbuatan dilakukan dengan cara melakukan semua perbuatan yang baik dan diridhoi Allah swt., serta bermanfaat, baik bagi diri maupun bagi kepada Allah Swt. atas nikmat yang diberikan-Nya merupakan kewajiban manusia, di mana manusia yang tidak bersyukur berarti berbuat maksiat/dosa dan akan mendapat balasan Dalil Tentang Seruan Beribadah dan Bersyukur1. Dalil Seruan Beribadah dan menyembah Allah Swt. Luqman/3112-14Artinya"Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah Swt., sesungguhnya mempersekutukan Allah Swt. adalah benar-benar kezaliman yang besar. Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambahtambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu, hanya kepada-Ku lah kembalimu". Luqman/3112-14Dalam ayat di atas Allah Swt. menginformasikan tentang wasiat Luqman kepada anaknya. Wasiat pertama adalah agar menyembah Allah Swt. Yang Maha Esa tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Luqman memperingatkan bahwa tindakan syirik adalah bentuk kezaliman terbesar. Kemudian, nasihat untuk menyembah Allah Swt. dibarengkan dengan perintah untuk berbuat baik kepada orang Hadits Tentang Berbuat Baik kepada Orang TuaRasulullah Saw. bersabdaArtinya “Dari Abu Hurairah radliallahu anhu dia berkata; “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sambil berkata; “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?” beliau menjawab “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” beliau menjawab “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “kemudian siapa lagi?” beliau menjawab “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” dia menjawab “Kemudian ayahmu.” HR. Bukhari, Hadist no 5514 .Dalam hadits di atas kita temukan betapa Rasulullah saw. sangat memuliakan seorang ibu, bahkan seakan-akan jasanya berlipat tiga dibanding ayah. Dalam hadis lain yang sangat populer juga terdapat penegasan Rasulullah saw. bahwa surga itu di bawah telapak kaki ibu. Itu semua adalah penekanan dari Allah Swt. dan Rasul-Nya tentang pentingnya berterima kasih kepada kedua orang tua, terutama kasih kepada manusia termasuk kepada orang tua merupakan bagian dari ungkapan syukur kepada Allah Swt. karena barang siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, dia tidak akan dapat bersyukur kepada Allah Hadits tetang BersyukurArtinya“Dari Aisyah radliallahu anha bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam melaksanakan shalat malam hingga kaki beliau bengkak-bengkak. Aisyah berkata Wahai Rasulullah saw., kenapa Anda melakukan ini padahal Allah Swt. telah mengampuni dosa Anda yang telah berlalu dan yang akan datang? Beliau bersabda “Apakah aku tidak suka jika menjadi hamba yang bersyukur?” Dan tatkala beliau gemuk, beliau shalat sambil duduk, apabila beliau hendak ruku’ maka beliau berdiri kemudian membaca beberapa ayat lalu ruku.” Bukhari, Hadits no4460 Rasulullah Saw. begitu tekun dan khusyuk beribadah demi mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah Swt. atas semua anugerah-Nya. Rasulullah Saw. mengajarkan kita semua bahwa kalaupun semua usia kita dihabiskan untuk bersyukur kepada Allah Swt. dengan beribadah, rahmat dan nikmat Allah Swt. kepada kita tidak akan pernah terbayar, karena anugerah Allah Swt. untuk manusia terlampau banyak dan tidak akan terhitung. C. Hikmah dan Manfaat Beribadah dan Bersyukur kepada Allah keberkahan dari setiap rizki yang kita terimaMenemukan ketenangan batin dan kedamaian hati dalam menjalani semua aktivitas sehari-hari karena kerelaannya dalam menyikapi pemberian Allah dari siksa api neraka, karena telah menjadi hamba yang tahu diri dengan selalu bersyukur atas karunia Allah Swt. sebagaimana yang dijanjikanNya dalam Ibrahim/14 Menerapkan Perilaku BersyukurBersikap qana’ah, yaitu menerima semua jenis kenikmatan yang dianugerahkan Allah Swt., baik yang dianggap kecil maupun besar, dengan ikhlas dan penuh kerelaan. Tanpa qana’ah, tidak mungkin kita dapat mengesakan Allah Swt. dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu mentaati Allah Swt. dalam segala keadaan dan menjauhi laranganNya sebagai bentuk syukur kepada Allah Swt. Berbakti kepada kedua orang tua sebagai bentuk terimakasih kepada mereka atas semua perjuangan dan pengorbanannya dari sejak dalam kandungan hingga saat ini. Memperbanyak amal salih / perbuatan yang bermanfaat bagi sesama sebagai bentuk nyata dari ungkapan rasa syukur kepada Allah Materi Beribadah dan Bersyukur PAI Kelas 12Sumber Buku PAI Kelas 12 Nabi Muhammad SAW banyak bersabda dalam hadistnya tentang kewajiban bersyukur kepada ALLAH SWT atas segala nikmat yang diberikan kepada kita. Dan pada artikel kali ini akan membahas mengenai kumpulan hadits tentang bersyukur lengkap dalam bahasa arab dan artinya. Dengan begitu kita semakin mengerti manfaat dan keutamaan bersyukur bagi kehidupan kita di dunia dan akhirat kelak. Banyak sekali dalil yang menjelaskan tentang perintah syukur ini. Selain dalam hadits Nabi, dalam Al-Quran pun banyak membahas mengenai sifat syukur. Ini menunjukkan betapa pentingnya kita untuk selalu bersyukur atas semua nikmat ALLAH SWT yang tidak mungkin mampu kita hitung jumlahnya. Padahal banyak manusia yang lalai dari mensyukuri nikmat ALLAH SWT, mereka mengira semua kenikmatan dunia itu adalah jerih payah mereka, padahal semua hanya datang dari ALLAH SWT. ALLAH SWT menjanjikan bahwa dengan kita bersyukur, maka nikmat kita malah akan ditambah. Jadi selain sebuah kewajiban, bersyukur juga memiliki fadhilah dan keutamaan yang besar bagi kita. Jadi jangan sampai kita menjadi hamba yang kufur nikmat. Dan untuk lebih jelasnya mengenai syukur, berikut ini kumpulan hadits tentang bersyukur kepada ALLAH SWT dalam bahasa arab dan indonesianya yang kami kumpulkan dari berbagai sumber. Hadits Tentang Bersyukur قَا اللهُ تَعَالىَ يَاابْنَ اَدَمَ, اِنَّكَ مَاذَكَرْتَنِى شَكَرْتَنِى, وَاِذَامَانَسِيْتَنِى كَفَرْتَنِى رواه الطبرانى عن ابى هريرة “Allah berfirman dalam hadits qudsi-Nya “wahai anak Adam, bahwa selama engkau mengingat Aku, berarti engkau mensyukuri Aku, dan apabila engkau melupakan Aku, berarti engkau telah mendurhakai Aku!”. Thabrani وَمَنْ لاَيَشْكُرِ النَّاسَ لاَيَشْكُرِ اللهَ “barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah”. Ahmad dan Baihaqi عن ابى عبد الله عليه السلام قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الطاعم الشكر له من الأجر كأجر الصائم المحتسب. والمعافى الشكر له من الأجر كأجر المبتلى الصبر. والمعطى الشّكر له من الأجر كأجر المحروم القانعز “Dari Abu Abdillah beliau berkata, “bahwa Rasulullah saw. bersabda, “orang yang menyantap makanan dengan rasa syukur, maka dia diberi pahala, seperti orang yang berpuasa menjaga dirinya. Orang yang sehat yang mensyukuri kesehatannya, maka dia diberi pahala, orang yang menanggung penderitaan jasmani-nya dengan sabar. Dan orang yang memberikan dengan rasa syukur, maka dia mendapat pahala yang sama dengan orang yang menanggung kerugian dari menjaga diri”. Abu Hurairah dan al-Qudha’i عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ عَلَيْكُمْ Bersumber dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallah Alaihi wa Sallam bersabda, “Perhatikanlah orang yang statusnya berada di bawah kalian, dan janganlah kalian memperhatikan orang statusnya berada di atas kalian. Dengan begitu maka kalian tidak akan menganggap kecil nikmat Allah yang kalian terima.” الطَّاعِمُ الشَّاكِرُ بِمَنْزِلَةِ الصَّائِمُ الصَّابِرِ Orang makan yang bersyukur adalah sederajat dengan orang bershaum yang sabar. HR. Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban وروى التر مذى و قا ل حسن غريب من اعطى عطا ء فوجد فليجز به فان لم يجد فليثن فان من اثنى فقد شكر ومن كتم فقد كفر. “Barang siapa yang diberikan suatu pemberian dan merasa cukup atas pemberian tersebut, maka hendaklah dia membalasnya. Dan jika dia tak merasa cukup maka hendaklah dia memuji, sebab sesungguhnya perbuatan memuji itu merupakan tanda syukur dan barang siapa yang hanya diam saja maka sungguh dia telah kufur”. عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الَّلهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى الَّلهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَشِيْرٌ مِنْ النَّاَسِ الصِّحَّةُ وَاْلفَرَاغُ “Dari Ibnu Abbas, dia berkata Nabi SAW bersabda “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, yaitu kesehatan dan waktu HR Bukhari. فَإِنْعَجِزْتُمْعَنْمُكَافَأَتِهِفَادْعُوْالَهُحَتَّتَعْلَمُوْاأَنْقَدْشَكَرْتُمْفَإِنَّاللّٰهَيُحِبُّالشَّاكِرِيْنَ Artinya “Jika engkau tidak mampu membalasnya maka doakan dia hingga engkau merasa bahwa engkau telah mensyukuri kebaikan tersebut, karena sesungguhnya Allah SWT sangat cinta kepada orang-orang yang bersyukur”. Hadits Shahih Abu Dawud. Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama ilmu dan ibadah dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan.” HR. Tirmidzi Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah berdoa. Iman terbagi dua separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur. Seorang mukmin terbaik itu tentu banyak bersyukur ketika dalam kegembiraan dan banyak bersabar ketika dalam kesedihan HR Muslim Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda “Apabila anak seseorang meninggal dunia, maka Allah bertanya kepada malaikat-NyaKamu telah mencabut nyawa anak hamba-Ku? Para malaikat menjawab Ya. Allah bertanya lagiKamu telah mencabut buah-hatinya? Para malaikat menjawab Ya. Allah bertanya Apakah yang diucapkan oleh hamba hamba-Ku? Para malaikat menjawabIa memuji-Mu dan mengucap Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada-Nya. Kemudian Allah Ta’ala berfirmanBangunlah sebuah rumah di sorga untuk para hamba-Ku itu dan namailah Bait Al-Hamd.” HR. Turmudzi Sesungguhnya yang berkecukupan adalah orang yang hatinya selalu merasa cukup, dan orang fakir adalah orang yang hatinya selalu rakus. HR. Ibnu Hibban Rasulullah Mengagumi seorang mukmin yang bila ia memperoleh kebaikan, ia memuji Allah dan bersyukur. Bila ia ditimpa musibah, ia memuji Allah dan ia bersabar. Sesungguhnya rezeki mencari seorang hamba sebagaimana ajal mencarinya. Barangsiapa diuji lalu bersabar, dikaruniai lalu bersyukur, didzalimi lalu memaafkan dan mendzalimi lalu beristigfar, maka bagi mereka keselamatan dan hidayah HR Al Baihaqi. Itulah kumpulan hadits tentang bersyukur yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat dan bisa menjadikan hamba yang selalu berterima kasih, bersabar dan bersyukur ata segala nikmat yang ALLAH SWT beri kepada kita. Wallahu a'lam. Di bawah nauangan pemandangan ini, disajikan sedikit sifat Allah yang sesuai dengan kedudukan yang tinggi. Diarahkanlah kaum mukminin pada konteks ini supaya mempersembahkan doa kepada-Nya serasa mempersembahkan doa kepada-Nya serasa mengesankan-Nya dan memurnikan ketaatan bagi-Nya. Dan, diisyaratkan wahyu yang memperingatkan hari pertempuran, pemutusan, dan pembalasa ketika kekuasaan, keperkasaan dan ketinggian hanya milik Allah . وَ الَّذِي يُرِيكُمْ آيَاتِهِ وَيُنَزِّلُ لَكُم مِّنَ السَّمَاء رِزْقًا وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَن يُنِيبُ ﴿١٣﴾ فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ ﴿١٤﴾ رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِ يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ لِيُنذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِ ﴿١٥﴾ يَوْمَ هُم بَارِزُونَ لَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ لِّمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ ﴿١٦﴾ الْيَوْمَ تُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ ﴿١٧﴾ “Dan yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan-Nya dan menurunkan rezeki dari langit. Dan, tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali kepada Allah. Maka, sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya. Dialah Yang Mahatinggi derajat-Nya, Yang mempunyai Arasy, Yang mengutus Jibril dengan membawa perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan manusia tentang hari pertemuan hari Kiamat, yaitu hari ketika mereka keluar dari kubur, tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. Lalu Allah berfirman, Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini ?’ Kepunyaan Allah Yang Maja Esa lagi Maha Mengalahkan. Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberikan balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat depat hisabnya.” Al-Mu’min 13-17. “Dialah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan-Nya…” Ayat-ayat Allah tampak pasa segala sesuatu di alam nyata ini, pada benda-benda yang besar seperti matahari, planet-planet, siang, malam, hujan, kilat, dan guruh. Ayat itu juga terdapat pada benda-benda kecil seperti atom, sel, dan molekul. Pada benda besar dan kecil terdapat yangda kekuasaan yang luar biasa. Kebesarannya tampak tatkala manusia berupaya untuk menundukkannya, bahkan menciptakannya. Tidaklah mungkin benda itu patuh secara total kepada makhluk yang paling krcil dan paling sederhana dari sekian makhluk yang diciptakan Allah di alam nyata ini. “… Dan yang menurunkan rezeki untukmu dari langit..” Manusia mengenalkan sebagai hujan yang menjadi pokok kehidupan di bumi ini, sarana makanan, dan minuman. Selain hujan, banyak ayat lain yang disikapkan manusia dari hari ke hari, di antaranya sinar kehudupan. Jika tidak ada sinar ini, maka takkan ada kehidupan di planet bumi ini. Mungkin termasuk kedalam rezeki juga berbagai risalah yang diturunkan, yang menuntun langkah manusia sejak kanak-kanak, lalu kakinya diayunkan di jalan yang lurus, dan ditunjukkan kemanhaj kehidupan yang mengantarkan kepada Allah dan kepada hukum-Nya yang kokoh. “… Tifaklah mengambil pelajaran kecuali orang yang kembali kepada Allah.” al-Mu’min 13 Orang yang kembali kepada Rabbnya akan ingat akan aneka nikmat-Nya, ingat akan karunia-Nya, dan ingat akan ayat-ayat-Nya yang dilupakan oleh orang yang keras hatinya. Melalaui penceritaan kembali dan kesadaran serta renungan sebagai pengaruh yang timbulkannya di dalam kalbu, Allah hendak mengarahkan kaum mukmin supaya mereka hanya memohon kepada-Nya dan memurnikan ketaata bagi-Nya semata, dan tidak menghiraukan kebencian kaum kafir, “Maka, beribadahlah kepada Allah dengan memurnikan penghambaan kepada-Nya, walaupun kaum kafir tidak menyukainya .” al-Mu’min 14 Kaum kafir tidak akan menyukai kaum mukmin yang memurnikan ketaatanya untuk Allah dan menyeru kepada-Nya semata, bukan kepada selain-Nya. Tidaklah diharapkan dapat menyenangkan mereka, meskipun kaum mukminin bersikap lembut kepada mereka, berdamai, atau melakukan hal-hal yang dapat menyenangkan mereka dengan berbagaui cara. Karena itu, lanjutkanlah aeah perjalanan kaum mukmin dengan meyeru Rabbnya semata, memurnikan akidah untuk-Nya, mengkonsentrasikan hati kepada-Nya, dan jangan dipersulit oleh karelaan atau kemurkaan kaum kafir, sebab mereka takkan pernah rela. Kemudian dikemukakan sebagaian sifat Allah dalam konteks yang mengarah kaum mukmin supaya menyembah Allah Yang Esa, walaupun kaum kafir membencinya. Melalui sifat-sifat ini di ceritakan bahwa Allah Ta’ala, “Dialah Yang Mahatinggi derajat-Nya, Yang mempunyai Arasy, Yang mengutus Jibril dengan membawa perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya..” Hanya Allah Ta’ala yang memiliki ke agungan dan kedudukan yang tinggi. Dialah yang memiliki Arasy, Yang berkuasa, dan Yang agung. Dialah yang menyampaikan perintah-Nya melalui ruh dan kalbu kepada hamba yang telah dipilih-Nya. Perintah merupakan kiasan dari wahyu dan rasulan. Pemakaian kiasan ini pertama-tama menerangkan hakikat wahyu ini, bahwa wahyu itu merupakan ruh dan kehidupan bagi manusia. Selanjutnya kiasan ini menerangkan bahwa wahyu diturunkan dari yang tinggi kepada hamba terpilih. Semua ini merupakan naungan yang serasi dangan sifat Allah Yang Mahatinggi dan Yang Mahaagung. Tugas utama hamba yang dipilih Allah sehingga Jibril menyampaikan perintah itu kepadanya ialah memberi peringatan, “…supaya dia memperingatkan manusia tentang hari pertemuan hari Kiamat,” al-Mu’min 15 Pada hari itu seluruh manusi bersua. Manusia bersua dengan amalnya sendiri yang telah dilakukan pada kehidupan dunia. Manusia, malaikat, jin, dan seluruh makhluk bertemu dan menyaksikan hari yang disaksikan itu. Seluruh makhluk bertemu dengan Tuhannya pada saat perhitungan. Itulah hari pertemuan dengan segala maknanya. Kemudia hari pertemuan pu disebut hari ketika segalanya transparan, tanpa penghalang, tanpa pelindung, tanpa kepalsuan, dan tanpa tipuan, “Yaitu hari ketika mereka keluar dari kubur. Maka tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah..” Tidak ada sesuatu pun dari perkara mereka yang tersamar bagi Allah kapanpun dan dimanapun. Namun, diselain hari ini, mereka kadang beranggapan bahwa dirinya tidak terlihat atau perilaku dan dinamikanya tersamar. Namun, hari ini mereka merasa dirinya tersungkap. Mereka berdiri dalam keadaan telanjang, tanpa penutu[, bahkan penutup imajinaf sekalipun. Pada hari itu kaum yang sombong terbongkar dan kaum yang tiran tersingkap. Seluruh yang maujud berdidi dengan khusu, seluruh hamba menunduk, dan tinggalah Pemilik segala kekuasaan, Yang Mahakuasa dengan segala kekuasaan-Nya. Dialah semata yang tetap demikian disetiap saat. Pada hari ini, kekuasaan-Nya terlihat nyata bagi semua mata, setelah sebelumnya Dia hanya tampak bagi para pemilik kalbu. Dia diketahui oleh setiap orang yang ingkar dan sirasakan oleh setiap orang yang congkak. Segala yang bersuara petah hanyalah suara keagungan yang memiriskan, yang bertanya dan menjawab. Pada hari itu, tiada yang bertanya dan menjawab di antara yang maujud kecuali Dia, ” … Lalu Allah berfirman, Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini ?’ Kepunyaan Allah Yang Maja Esa lagi Maha Mengalahkan. Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberikan balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat depat hisabnya.” Al-Mu’min 16-17 Hari itu adalah hari pembalasa yang hak. Hari itu adalah hari keadilan. Hari itu adalah hari ketetapan dan keputusaan tanpa penangguhan dan keterlambatan. Hari itu diliputi dengan keagungan dan kebisuan. Tempat itu diselimuti kekhawatiran dan kekhusuan. Seluruh makhluk mendengar dengan khusu. Perkara pun diputuskan dan lemabaran perhitunganpun dilipat. Naungan tersebut selaras dengan firman Allah tentang orang-orang yang mendebat ayat-ayat Allah pada permulaan surah, “Maka, janganlah kamu terperdaya oleh hilir-mudiknya mereka dalam berniaga ke berbagai negeri.” Inilah akhir dari dinamika di bumi, ke tinggian tanpa hak, kecongkakan, lesombongan, kekayaan, dan kesengan. Konteks selanjutnya mengarahkan Rasulullah supaya memperingatkan kaumnya akan hari tersebut yang ada pada salah satu panorama Kiamat di mana ketetapan dan putusan hanya milik Allah, setelah hari itu disampaikan kepada mereka dalam bentuk kisah tanpa memfokuskan sapaan, وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ ﴿١٨﴾ يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ ﴿١٩﴾ وَاللَّهُ يَقْضِي بِالْحَقِّ وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِ لَا يَقْضُونَ بِشَيْءٍ إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ ﴿٢٠﴾ “Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat hari Kiamat yaitu ketika hati menyesak samapai di kerpngkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya. Dia menetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. Allah menghukum dengan keadilan. Dan, sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan suatu apapun. Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. ” al-Mu’min 18-20 Hari yang dekat dan segera ialah hari Kiamat. Kata azafah menggambarkan seolah-olah hari itu datang dengan derapnya. Karenanya, diri-diri berduka dan kebingungan. Seolah-olah kalbu yang bingung meloncat kekerongkongan. Mereka menahan marah atas dirinya sendiri, cita cita, dan atas segala yang dikhawatirkan. Penahan marah membuatnya berduka dan membabini dadanya, sedang mereka tidak menemukan teman akrab yang dapat mengasihinya. Tidak juga menemukan penolong yang memiliki kalimat bertuah pada situasi yang sulit dan susah itu. Pada hari itu merekan tampak trasparan. Tiada satupun dari persoalan yang samar bagi Allah, termasuk lirikan mata pengkhianat dan rahasia hati yang tependam. “Dia mengetahui pandangan mata yang khianat san aoa yang disembunyikan oleh hati.” Al-Mu’min 19 Mata yang berkhianat barupaya menyembunyikan pengkhianatannya, tetapi ia tetap diketahui Allah. Rahasia ygn tetutup disembunyikan dalam hati, tetapi ia terbukan bagi pengetahuan Allah. Allah semata yang pada hari ini menetapkan keputusan dengan benar. Tuhan-tuhan yang diseru oleh mereka tidak memiliki arti, keputusan, dan ketetapan. “Allah menghukum dengan keadilan. Dan, sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan suatu apapun..” Allah memutuskan dengan benar melalu pengetahuan dan aneka informasi; melalui pendengaran dan penglihatan. Mak, Dia tidak menxalimi seorang pun dan tidak melupakan satu perkarapun. “.. Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” Al-Mum’min 20

hadits tentang kewajiban beribadah dan bersyukur kepada allah